Solusi Memilih Lampu yang benar

Hai sobat inlite. Ingin tahu bagaimana cara memilih lampu yang benar

  •      Pilih lampu sesuai dengan kebutuhan

Tidak semua brand lampu menampilkan informasi yang lengkap, karena itu kamu bisa membawa lampu lama kamu yang akan diganti ke supermarket atau toko yang menjual lampu, dan menyesuaikan lampu seperti apa yang akan kamu beli.

  •      Pilih lampu yang memiliki jangka waktu yang lama dan hemat energi

Karena hal tersebut bisa membuat kamu hemat pengeluaran dalam jangka waktu setahun untuk tidak mengganti lampu.

  •      Pilih lampu dengan cahaya dan warna yang benar

Kamu bisa menentukan jenis Cahaya seperti apa yang kamu inginkan. Kecerahan cahaya biasa dikenal dengan Watt atau Output Lumen dan warna cahaya, diukur dengan skala kevin. Nah berikut ini penjelasannya ya!

Watt dan Lumens (Kecerahan)

Jaman Dahulu, hampir semua orang menggunakan lampu pijar untuk rumah mereka, kecerahan lampu diukur dalam watt, yang sebenarnya merupakan ukuran kekuatan. Lampu baru pada dasarnya menggunakan daya jauh lebih sedikit untuk menghasilkan jumlah cahaya yang sama, Jadi sebaiknya ukuran cahaya diukur dalam lumen. Semakin tinggi jumlah lumens, maka semakin terang cahayanya. Kamu bisa menggunakan grafik dibawah ini untuk melihat output watt dan lumen untuk jenis lampu LED, Halogen dan CFL

Sebagai rekomendasi, lampu sekitar 400 lumens akan cocok untuk lampu meja, sedangkan untuk lampu antara 1.5000 dan 3.000 lumen secara total (dan menggunakan lebih dari satu bohlam) untuk ruang tamu yang berukuran besar. 

Kevin Scale (Warna di dalam lampu)

Warna cahaya diukur pada skala Kelvin, yang sebenarnya merupakan ukuran suhu. Pada umumnya cahaya kuning hangat yang diberikan oleh bohlam pijar yang sudah tua sekitar 2.700 pada skala Kelvin. Sinar matahari tengah hari sekitar 5.500K, matahari terbenam atau matahari terbit sekitar 2.500K dan lilin sekitar 1.600K

Warna cahaya dapat mempengaruhi segalanya, mulai dari suasana hati hingga warna sayuran ketika sedang memotong di dapur. Jadi penting sekali untuk mendapatkan warna cahaya yang kamu sukai. Kamu bisa menggunakan peringkat skala Kelvin diatas dengan warna lampu yang mau kamu cari.

CRI (Color Rendering Index)

CRI dalah Singkatan dari Color Rendering Index dan merupakan ukuran kemampuan sumber cahaya untuk secara akurat mewakili warna yang berbeda. Jadi secara sederhananya, bagaimana kamu ingin meastikan bahwa kamu mendapatkan bohlam yang membuat tomat kamu terlihat berwarna merah, bukan menjadi warna orange. Gambar dibawah di merupakan dampak dari CRI, Gambar kiri menggunakan CRI 100 dan gambar di sebelah kanan menggunakan CRI 80.

Skor CRI 80 masih cukup akurat dan cocok untuk sebagian besar situasi pencahayaan, namun jika kamu ingin cahaya untuk memilih permukaan pekerjaan tertentu atau mungkin bahkan lukisan, kamu mungkin ingin bisa memilih sumber cahaya dengan nilai CRI yang tinggi.

  • Temukan bentuk terbaik

Pilih sesuai lampu dengan warna dan kecerahan yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Kamu harus memutuskan bentuk bohlam yang kamu inginkan. Kamu bisa melihat gambar diatas untuk menentukan bentuk bohlam yang akan kamu beli. Bentuk bohlam yang tepat dan penyebaran cahaya pada dasarnya kembali lagi kepada prefensi pribadi kamu dan yang paling penting adalah sesuaikan bentuk bohlam kamu dengan tepat yang nantinya akan kamu gunakan untuk menaruh bohlam tersebut.

  •      Beli bohlam kualitas terbaik untuk kebutuhan Anda

Sebelum kamu membeli bohlam, periksa kembali bohlam tersebut sesuai dengan kebutuhan kamu karena kalau kamu salah memilih bohlam, bisa menambah tagihan listrik kamu

Sumber: https://www.which.co.uk/reviews/light-bulbs/article/five-tips-for-choosing-the-right-light-bulb


No product

To be determined Shipping
IDR 0 Total

Checkout